Jumat, 19 Desember 2008

BAHASA TEGALAN PUNYA POWER


Sineas Tegal, Andy Prasetyo:
Basa Tegalan Punya
Power untuk Film

UNTUK mempublikasikan sebuah karya film tidak hanya melalui bioskop. Bisa pula dipublikasikan di internat. Sutradara film asal Tegal satu ini, Andy Prasetyo setahun terakhir ini film-filmnya banyak diputar di internet. Kenapa dia tertarik menggarap film Tegalan? Ekadila Kurniawan mewawancarai sutradara muda film ‘Tukang-Tukang Kemoncer’ yang pernah masuk nominasi Festival Film Cannes di Prancis beberapa waktu lalu. Berikut petikannya:

Anda akan membuat film berbahasa Tegal ‘Warto Togel’ benar?
Betul sekali. Film Warto Togel ini adalah film berbahasa Tegal saya, jika tidak ada halangan akan diputar di Gedung Kesenian Tegal tanggal 28 Desember. Kemudian akan diputar di Belanda tanggal 2 Januari 2009 atas permintaan mahasiswa Indonesia yang kuliah di Belanda.
Bisa diceritakan awal mula pembuatan film Warto Togel?
Saya sedikit flashback, ketika Dewan Kesenian Kota Tegal (DKT) vakum satu tahun, setelah dipegang oleh Penyelamat Dewan Kesenian malah kesenian jadi bubar, saya tetap memproduksi film. Pada saat itu komunikasi saya gunakan lewat internet dengan membuka milis, film saya lalu dikirim ke you tube. Jadi sceneringnya di luar negeri. Ternyata orang luar negeri tertarik dengan budaya lokal Tegal. Ada 5 film saya yang dikirim ke you tube, dan yang paling banyak diakses atau dilihat film yang berbahasa Tegal. Dari situlah, saya diminta membuat film berbahasa Tegal oleh mahasiwa Indonesia di Belanda yang sudah sering komunikasi dengan saya di milis dengan mengangkat budaya lokal Tegal, jadilah film ‘Warto Togel’.
Cerita film ‘Warto Togel’ bagaimana?
Saya ambil cerita ‘Warto Togel’ diarahkan ke sisi sosial masyarakat lokal. Tokoh utama Warto ini seorang pengangguran yang selalu menang main togel. Pasang dua angka pasti menang. Nah, ndilalah, ketika pasang 4 angka, dia kalah. Kemudian dia gila. Tetapi saat gila itu dia justru menasehati kepada orang supaya tidak pasang togel. Sisi sosialnya, bahwa main togel tidak akan membuat kita kaya, justru akan memiskinkan kita serta sifat ketamakan seseorang ada batasnya. Itulah pesan dari film ‘Warto Togel’.
Biaya film itu dari mana?
Dari swadaya, biaya pribadi. Tetapi untuk film ‘Warto Togel’ kita produksi dana pribadi begitu dikirim ke sana (Belanda) selesai, diganti total biayanya berapa. Intinya dana dari sana.
Ada kendala saat membuat skenario berbahasa Tegalan?
Saya termasuk orang Tegal yang masih banyak tidak mengerti bahasa Tegal. Awalnya saya bikin skenario pakai bahasa Indonesia, karena bahasa Tegal kurang jago. Nah, saya lantas komunikasikan ke teman-teman, ketemu beberapa seniman Tegal untuk mengganti istilah bahasa Indonesia ke Tegal yang saya tidak ngerti. Ternyata bahasa Tegal mempunyai power, hanya saja belum banyak yang menyadarinya. Setelah soal skenario teratasi, nanti film ‘Warto Togel’ dialognya menggunakan bahasa Tegal, subtitlenya bahasa Inggris.
Berarti ada niat film Tegalan bisa go internasional?
Saya penginnya begitu. Setelah Warto Togel ditonton mahasiswa di luar negeri, makin dikenal dunia internasional. Pemkot juga harusnya memikirkan hal ke arah sana, membuat film berbahasa Tegal. Ayo bikin film bahasa Tegal. Sastra Tegalan sekarang banyak. Masak dari para sineas Tegal tidak menghidupi bahasa Tegal, kan lucu.
Pernah Anda dapat job buat film yang naskahnya tidak sesuai selera Anda?
Pernah. Waktu itu ada orang yang ingin skenarionya difilmkan, tetapi membaca skenarionya saja saya tidak jelas. Akhirnya hasil filmnya ya jelek. Menurut saya skenario yang bagus dan cocok selera saya yang dapat memberi kesempatan saya berimprovisasi di lapangan.
Sudah berapa banyak film yang Anda buat di tahun 2008?
Yang sudah tergarap tiga film. Pertama Antara Kau dan Dia, Impian Sang Merah Putih, Warto Togel. Dan kalau nanti bulan Desember ini jadi film Cinta Sebatas Pandang, berarti empat film. Dan saya kirim ke milis film saya.
Kenapa Anda tertarik tayangkan film di internet?
Ya, efeknya di you tube bisa ditonton orang luar negeri. Seperti film saya ‘Tukang-Tukang Kemoncer’ ternyata masuk dalam barisan film-film Internasional. Saya sendiri kaget. Itulah yang bikin getol saya di you tube. Makanya, saya sarankan kepada seniman Tegal harus punya blog. Sebab itu kesempatan membuka jaringan dengan dunia luar. Tinggal buka di google, hasil tulisan kita bisa diakses dimana-mana (*)


1 komentar:

oliver mengatakan...

Wah, menariknya..buruan tayang deh, jadi penasaran pengen nonton

cheers,
http://filmindonesia.blogsome.com/