Tampilkan postingan dengan label film tegalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film tegalan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Desember 2008

5 FILM TEGAL ADU KEKUATAN


5 Film Tegal Adu Kebolehan

LIMA film bernuasa kedaerahan kini tengah ditunggu-tunggu masyarakat Tegal. Lima film garapan sineas muda asal Kota Tegal itu siap diputar di halaman gedung Dewan Kesenian Tegal (DKT) dalam “Pentas Seni Remojongan 2”, Minggu (28/12) besok malam. Lima judul film tersebut yakni Warto Togel karya/sutradara Andy Prasetyo, Shinta Berbagi Impian sutradara Dwi Ery Santoso, Jatiwaru sutradara Rasdani Samin, Berkah Centong dan Ibu dan Anak-anaku, keduanya disutradarai Wicaksono Wisnu Legowo.
Acara yang pernah absen satu setengah tahun itu kembali digelar setelah Nurngudiono aktif dalam kepengurusan DKT. Sambutan sineas muda Tegal pun bergelora dengan mengisi acara “Pentas Seni Remojongan 2” yang rencananya digelar satu minggu dari berbagai cabang seni di Tegal. Salah satu sutradara berbakat Andy Prasetyo menyambut positif dengan digelarnya agenda tersebut. Sineas berbakat yang film dokumenternya berjudul Tukang-tukang Kemoncer masuk nominasi pada Festival Film Cannes di Prancis itu kepada NP, Jumat (28/12), tak dapat menutupi rasa gembiranya. Dia mengaku, dengan pemutaran lima film yang bernafaskan kedaerahan itu bakal menjadi pemicu beberapa produksi lain dari para sineas muda asal Kota Tegal. Tidak menutup kemungkinan hal itu akan memancing mereka yang baru belajar mengenal dunia perfilman.
“Pemutaran film dengan genre kelokalan, bakal memberikan sebuah apresiasi positif dan tidak menutup kemunkinan anak-anak yang baru belajar dunia film, tergugah dan mencoba berproduksi. Oleh karenanya saya sangat mendukung dengan digeber kembali pemutaran film pada araca Pentas Seni Remojongan 2” ujar Andy.
Lima film yang bakal diputar itu, masing-masing memiliki daya tarik dengan alur cerita berbeda dari film yang satu ke film lain. Pada film Andy, ia akan berbicara tentang ketegasan sikap, kalau judi togel pada ujungnya menuai badai sengsara. Tokoh Warto digambarkan begitu tragis pada akhir kisah. Ia gila karena judi togel. Pada film Berkah Centong garapan Wicaksono Wisnu Legowo dengan scenario ditulis MF Wibowo ini membidik sejuah perjalanan keeksisan sebuah Warteg bukan ditentukan karena ‘centong’ yang betuah. Melainkan karena menu masakan yang bersih, bermutu dan higenis itulah menjadi pangkal kelanggengan sebuah Warung Tegal. Dalam Shinta Berbagi Impian garapan Dwi Ery Santoso, mengetengahkan bagaimana memilih sekolah tingkat lanjutan pertama yang bermutu bagi para lulusan tingkat sekolah dasar. Dan dua film lainnya tentunya tak kalah menarik untuk ditonton, terutama film Ibu dan Anak-anaku yang berhasil meraih nominasi film pendek FFI 2008. “Film yang skenarionya ditulis Moses Sihombing ini baru pertama kali diputar di Tegal,” tandas Wisnu.
Sedangkan kelima film yang akan diputar nanti, menurut Andy, layak ditonton dan diapresiasi bersama. Ditambahkan, Film Warto Togel yang menggunakan bahasa tegalan, pada tanggal 2 Januari 2009 mendatang akan diputar di negeri Kincir Angin, Belanda dengan subtitle berbahasa Inggris (LS )


Foto: Andy Prasetyo

Selasa, 09 Desember 2008

ANDY BIKIN FILM TEGALAN


Andy Garap 'Warto Tegal'

SETELAH
berhasil membuat film pendek berbahasa tegalan dengan judul Tukang-Tukang Kemoncer yang dapat dinikmati melalui internet, komunitas film indie Tegal yang diketuai Andy Prasetyo ini, kembali akan menggarap Warto Togel. Melalui bendera Sindoro Multimedia, Ketua Komite Sinematografi Dewan Kesenian Tegal ini tengah menyiapkan konsep film pendek berbahasa tegalan ke -2 yang mengangkat pesan mengenai himbauan bagi masyarakat agar tidak terjebak dalam permainan judi togel.
Film berdurasi 30 menit itu, dialog para pemain akan menggunakan bahasa tegalan dengan tetap memperhatikan kaidah-kaidah standar sinematografi.
“Selain mempergunakan bahasa tegalan asli, dalam Warto Togel juga akan disertakan subtitle bahasa Inggris. Karena sesuai rencana film ini akan discreening di Belanda, bekerjasama dengan mahasiswa Indonesia di sana,” ujar sutradara Warto Togel, Andy.
Film Warto Togel ini mendatang itu dengan melibatkan 8 orang crew dan 24 pemain. Skenario yang ceritanya mengisahkan tentang kehidupan para penggemar judi togel itu ditulis oleh Hasan Bisri. Ide cerita diperoleh dari para seniman Tegal yang selalu eksis dan tekun terhadap bahasa tegalan seperti Dwi Ery Santoso juga Lanang Setiawan. Sedangkan untuk penata musik dipercayakan kepada Nurngudiono.
“Film ini bakal sedikit banyak mengubah keadaan yang semakin tidak karuan menjadi lebih baik,“ ujar Andy.
Diharapkan, semua lapisan masyarakat sangat perlu menyaksikan film Warto Togel pada pemutaran perdana yang rencananya diputar pada Minggu (28/12) di Gedung Kesenian Kota Tegal juga dapat ditonton melalui media internet.
Disinggung tentang partisipasi pemerintah Kota Tegal dalam produksi film ini, Andy mengatakan sejauh ini dukungan pemerintah terhadap pelestarian bahasa tegala maupun film tegalan cukup bagus. Andy berharap agar warga Tegal dapat bersama-sama menumbuh kembangkan budaya dan bahasa tegalan yang kini makin meroket (*)


KETERANGAN FOTO : Andy Prasetyo