Tampilkan postingan dengan label Profil Penyanyi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Penyanyi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Februari 2009

MISS LAKA LAKA DARI TEGAL


Prety Miss Laka-Laka Indonesian Idol

BERKAT penampilannya yang heboh, konyol, dan pede habis saat audisi Indonesian Idol di GOR Wisanggeni maupun di Jakarta, Prety dinobatkan ‘Miss Laka Laka’ Indonesian Idol. Cewek kelahiran Tegal ini meski kalah audisi, namun diundang sebagai bintang tamu acara Workshop I Indonesian Idol yang ditayangkan secara live di RCTI, Jumat (25/4/2008).
Menurutnya, penobatan Miss Laka Laka diperoleh bermula dari lontaran artis Titi DJ yang menanyakan padanya kata apa yang sedang ngetren di Tegal. “Saya jawab Tegal Laka-Laka. Hingga akhirnya setiap ditanya oleh juri Inda Lesmana cs selalu diselingi kalimat Tegal Laka Laka, maka saya pun oleh panitia Indonesian Idol didaulat sebagai Miss Laka Laka,” ucapnya, Senin (28/4) sepulang dari Jakarta di rumahnya.
Titi DJ pun sempat bertanya apa artinya Tegal Laka Laka, imbuh Prety. “Saya kembali jawab Tegal tak ada yang lain,” ujarnya.
Waktu acara Workshop I Indonesian Idol itu, Prety menyanyikan lagu Ratu Sejagat milik grup Ratu.
“Kemunculan saya bahkan tidak diketahui oleh juri Indonesian Idol. Jadi surprise deh. Soalnya ketika audisi, terutama Mas Anang selalu mengejek saya, ‘kamu mati gaya’ tapi bisa tampil di Workshop Indonesian Idol,” akunya.
Anak ke tiga dari lima bersaudara pasangan Bambang Suhendi dan Siti Nurul Khomariah kelahiran Kampung Kalibuntu, Kelurahan Panggung, Kota Tegal ini, memiliki kehebohan menyanyi pada setiap kali pentas, sudah menjadi stylenya dari sono.

“Pokoknya dimanapun dia menyanyi selalu bikin heboh acara. Saya pun kaget dia mendapat standing aplous dari seluruh penonton di studio RCTI ngalahin Dellon,” ujar kakaknya, Dewi.
Pretty suka menyanyi semenjak masih kanak-kanak.

“Dia pernah ikut Lomba nyanyi tingkat RT/RW, pernah pula jadi bintang tamu waktu Ria Enes ke Tegal untuk ngadain acara Amal Gempa Flores di GOR Wisanggeni tahun 1993, dan kontesntan karaoke di Bahari Inn tahun 1994,” jelas Dewi.
Dengan predikat Miss Laka-Laka, dia secara tak langsung mempopulerkan Kota Tegal di kancah hiburan nasional.
“Mudah-mudahan di acara Spektakuler Indonesian Idol saya diundang lagi,” harapnya (EK)

Keterangan Foto:
MISS LAKA LAKA – Prety tampak di layar kaca bersama dua presenter Indonesian Idol Dewi Sandra dan JMTV Daniel usai membawakan lagu ‘Ratu Sejagat’. Prety yang dinobatkan sebagai ‘Miss Laka Laka’ dari Tegal ini tampil heboh pada Jumat (25/4/2008) sebagai Bintang Kehormatan. Poto NP: Lanang Setiawan



SILVIA IKON TEGALAN


Silvia, Ikon Tegalan

PENDATANG baru penyanyi tembang Tegalan, Silvia Arifiani Pratiwi, segera dijadikan ikon Tegalan oleh kompuser dan pencipta lagu Dhimas Riyanto. Menyusul pada lomba lagu Tegalan ‘Ana Crita Ana Kanda’ ciptaan Dhimas tahun 2008 lalu, dia keluar sebagai juara pertama.
“Saya tertarik sama Silvia karena masih muda dan punya bakat. Masa depannya masih panjang dan saya ingin anak-anak muda Tegal menjadi ikon di daerahnya sendiri,” ujar Dhimas.
Menurutnya, ia sudah menyiapkan album Pantura Tegalan IV yang bakal dibawakan oleh tiga pendatang baru yakni Jaka Priya, Windy Asti dan Silvia AP. Tiwi sendiri akan membawakan tiga tembang Tegalan berjudul Gendul Oclak Aclik atawa Wangsalan Tegal ciptaan Lanang Setiawan, dan dua karya Dhimas berjudul Jaré Sapa dan Nganter Bojo Lunga.
Ditemui terpisah, Tiwi panggilan akrabnya mengaku sangat gembira menerima tawaran rekaman album Tegalan oleh Dhimas Riyanto. Sebagai orang yang lahir di Tegal Tiwi sangat mencintai kotanya sendiri.
“Saya menyukai lagu-lagu Tegalan karena saya bangga menjadi orang Tegal. Saya suka lagu Tegalan karena syairnya sangat polos, jujur dan sesuai fakta. Saya ingin membuktikan kepada orang-orang yang suka mengatakan bahasa Tegal itu kasar dan memalukan. Menurut saya, bahasa Tegal adalah bahasa yang indah yang harus kita lestarikan” kata Tiwi yang memiliki nama popular Silvia AP.
Menurut Tiwi, perjalananan keseniaannya sebelum terjun dan gandrung pada dunia tarik suara, lebih suntuk pada seni akting. Ia pernah menjadi juara III lomba sandiwara berbahasa Jawa tingkat SMP/SMA di Tegal saat duduk di SMP. Ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler paduan suara dan teater di sekolah juga. Turut serta meramaikan pementasan kolosal Martoloyo Gugat setahun lalu.
Mengikuti lomba nyanyi Tegalan, sesungguhnya tak sengaja. Pada tahun lalu, ibunya tanpa sepengetahuan Tiwi, namanya didaftarkan untuk mengikuti lomba lagu Tegalan. Tapi tak dinyana ia mampu mengalahkan 24 finalis dari 25 kelurahan se Kota Tegal dan ia berhak menggondol juar pertama.
“Jujur saja mas, awalnya saya tidak tahu adanya kontes nyanyi Tegalan, tapi tiba-tiba saya didaftarkan oleh ibu yang sangat mendukung saya untuk bisa menyanyi di atas panggung. Karena saya termasuk orang yang kurang percaya diri dan hanya mau nyanyi untuk diri sendiri dan bukan untuk orang lain. Tetapi setelah mengikuti kontes itu, saya tahu kalau menyanyi dihadapan penonton lebih menyenangkan karena bisa menghibur,” kata anak pertama dari 5 bersaudara dari pasangan Imam Prawono dan Malichatun yang beralamatkan di Jalan Bawal Barat Rt 03/3A Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal itu.
“Saya ingin apa yang saya bias di dunia seni bermanfaat bagi orang lain dan ingin mencari ridho Allah lewat dunia nyanyi” pungkasnya menyoal keinginan dan cita-cita kesenimanannya (
*)