Tampilkan postingan dengan label Profil Pedangdut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Pedangdut. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Februari 2009

KARENA SAWER UMI TERJUNI DANGDUT


Karena Sawer
Umi Terjuni Dangdut

PEDANGDUT Umi Safitri mengaku menerjuni dunia dangdut karena alasan profit dari pendapatan sawer yang dia rengkuh dalam kehidupan gemerlapan. Tak hanya siang mau pun malam tapi sampai larut pagi dia jalanani dari berbilang tahun sebagai seorang biduan dangdut.
“Aku suka dangdut karena uang yang saya dapatkan begitu mengalir bak air pancuran dari para penjoget yang gampang menghamburkan sawer," kata Umi ketika memberi alasan kenapa dirinya betah menekuni jalur musik dangdut.
Pedangdut yang berdomisili di Jalan Nanas, Kelurahan Kraton itu, juga punya alasan lain. Pokok utama yang cukup mendesak adalah rasa bela yang suntuk pada ekonomi keluarga yang dirasa perlu mendapat uluran tangan. Oleh karena itu ia tak mau main-main berprofesi sebagai pedangdut. Cukup lama ia menerjuni dunia gemerlapan itu sejak sekolah di tingkat SMP. Awalnya ia berangkat dari dunia pop rock. Semasa SMP lagu-lagu berirama cadas rock pop, dia lalap. Namun begitu menghadapi kenyataan di masyarakat musik tersebut kurang booming, maka secepatnya bating setir dan mendalami jalur musik dangdut.
“Tuntutan pasar di daerah Tegal dan sekitarnya adalah dangdut. Maka sebagai public figure saya harus ngalah dan segera banting setir. Jika saya memaksakan diri di jalur rock pop, saya akan tersisih. Mau tak mau saya beralih ke jalur musik dangdut,” katanya.
Sebagai pedangdut lokal, nama Umi tak lagi disangsikan. Daerah jajahan pun tak sebatas di wilayah Kota Tegal, Slawi, Brebes, namun ke sejumlah wilayah pelosok pedesaan di luar tiga daerah itu dia sambangi. Berkat kesetiaannya sebagai biduan dangdut, dalam bulan Maret nanti, Umi mendapat tawaran job video klip musik dangdut oleh Blitz Production di bawah produser Teguh dari Margasari.

“Insya Allah dalam bulam Maret nanti, saya dikontrak main video klip musik dangdut album Tegalan karya mas Lanang Setiawan bersama Vera dan Lia KDI,” pungkas Umi (L*)

Minggu, 02 November 2008

PEDANGDUT SHANTY SARTIKA


Shanty Sartika
Gak Suka Goyang Heboh

PENAMPILAN pedangdut asal Brebes, Shanty Sartika kategori cewek semok dan seksi alias bohai. Melanglangnya sebagai penyanyi panggung sudah cukup lama. Jam terbangpun selalu padat. Namun sampai kini setiap tampil menghibur penonton, Shanty mangaku masih belum berani menyajikan goyangan yang heboh.
"Sampai kapanpun aku nggak berani tampil dengan goyang yang seronok. Karena aku nggak suka goyang. Aku lebih mengandalkan vokal dan tampilan dalam bentuk gerak joget," ujar Shanty dengan tutur kata kewes, usai berdangdut ria pada salah satu acara di Kota Tegal Minggu (2/11).
Diakuinya, goyang pinggul memang dapat menggebrak antusiasme penonton saat pedangdut tampil di panggung hiburan.
"Namun itu bukan satu-satunya andalan," ujar mantan Pemenang Lomba Calon Bintang Tingkat Nasional pada era 90-an di Pemalang. Akibat keberhasilan itu, Shanty yang gemar nyanyi sejak masih duduk di bangku SMP, akhirnya masuk dapur rekaman pada tahun 1992. Albumnya berjudul 'Sisa-sisa Cinta' produksi MC record. Dalam album itu ada empat lagu ciptaan Ona Sutra yang dinyanyikannya.
Alumnus siswi SMA PGRI Brebes yang lebih suka mengandalkan kualitas vokal ini tidak hanya menguasai lagu-lagu berirama dangdut, melainkan jenis lagu lainnya juga siap. Dengan iringan Nice Musik pimpinan Heru Pratama, Shanty membawakan lagu, seperti 'Wonder Women', 'Wanita Paling Seksi', 'Puspa' dan lainnya baik dalam penampilan tunggal maupun duet dengan pedangdut lain. Alasan lain mengapa Shanty pelit bergoyang setiap tampil, bukan karena tidak bisa tetapi tidak suka.
"Ini prinsipku. Meski penonton senengnya yang heboh-heboh, tetapi hati kecilku tidak mau seperti itu. Aku malah risih sendiri kalau melihat goyang dangdut yang erotis," pungkasnya.