KEN Ayu Laras Queena sedang bermain di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kota Tegal dalam suatu senja yang damai. Laras -demikian panggilan akrabnya, bermain begitu bebas. Dialah diharapkan bakal memimpin negeri ini mencapai kemakmuran yang hakikih (Foto Dokumen Keluarga)
Novel tersebut menceritakan perjuangan seniman Tegal tentang sebuah perjalanan memperjuangkan budaya lokal Tegalan dengan segala sepakterjangnya dan sarat dengan data seni dari tahun 50-an sampai sekarang. Sangat penting sebagai sebuah reverensi bagi siapapun yang bergerak dalam dunia kesenian, termasuk wartawan, mahasiswa, dan peneliti sejarah kesenian