Laras sedang panyungan di depan rumah neneknya, Salamah, di Dukuh Sabrang, Desa Pangkah, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal. Bersama ibu dan aku bertandang ke rumah nenek waktu hari lebaran tahun 2009. (Foto :Lanang Setiawan)
Laras (berkacamata hitam) dan para ponakanku di rumah Kalibuntu, Kelurahan Panggung,Kota Tegal waktu hari lebaran pertama tahun 2009.
Laras dan Vira Vira dan Laras Laras berziarah di makam kakaknya, Ken Narendra Mediasah Muhammad saat hari lebaran 2009, di pemakaman Pasir Luhur, Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal timur, Kota Tegal,Jawa Tengah, Indonesia (Foto :Lanang Setiawan)
Laras sedang panyungan di depan rumah neneknya, Salamah, di Dukuh Sabrang, Desa Pangkah, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal. Bersama ibu dan aku bertandang ke rumah nenek waktu hari lebaran tahun 2009. (Foto :Lanang Setiawan)
Novel tersebut menceritakan perjuangan seniman Tegal tentang sebuah perjalanan memperjuangkan budaya lokal Tegalan dengan segala sepakterjangnya dan sarat dengan data seni dari tahun 50-an sampai sekarang. Sangat penting sebagai sebuah reverensi bagi siapapun yang bergerak dalam dunia kesenian, termasuk wartawan, mahasiswa, dan peneliti sejarah kesenian